Semua artikel Tomo Kenko Journal

Longevity artinya bukan Hidup Selamanya. Lalu, Apa yang Sebenarnya Kita Persiapkan?

Faishal 22 September 2026
Longevity artinya bukan Hidup Selamanya. Lalu, Apa yang Sebenarnya Kita Persiapkan?

Pernah nggak sih kamu kepikiran, sebenarnya kita mau menyiapkan apa untuk diri kita beberapa tahun ke depan?

Karena pada akhirnya, kita semua akan bertambah usia. Kerutan mungkin mulai muncul, rambut bisa berubah warna, dan tubuh pun perlahan nggak lagi sama seperti sekarang, and that’s okay! Yang penting bukan bagaimana kita menghentikan proses menua, tapi bagaimana kita menjaga tubuh agar tetap sehat dan bisa menjalani setiap fase usia dengan baik.

Menjaga kesehatan bukan cuma soal bagaimana kita terlihat hari ini. Ada hal yang jauh lebih penting untuk dipikirkan, yaitu bagaimana kondisi tubuh kita beberapa tahun ke depan.

Inilah yang kemudian membawa kita pada satu konsep yang semakin banyak dibicarakan dalam dunia kesehatan, yaitu longevity.

Longevity bukan berarti hidup selamanya atau sekadar memperpanjang usia. Konsep ini lebih banyak berbicara tentang bagaimana kita mempersiapkan tubuh agar tetap sehat, aktif, dan mampu melakukan hal-hal yang kita sukai selama mungkin. 

  1. Bukan Cuma Soal Usia, Tapi Bagaimana Kita Menua

Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat membahas healthy aging adalah oxidative stress atau stres oksidatif.

Setiap hari, tubuh kita terpapar berbagai hal yang bisa memicu stres oksidatif, seperti sinar UV, polusi, aktivitas fisik yang intens, hingga gaya hidup yang penuh tekanan. Kalau terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa membuat sel-sel tubuh mengalami kerusakan.

Karena itu, tubuh juga membutuhkan antioksidan untuk membantu melindungi sel dari efek radikal bebas yang terbentuk dalam proses tersebut.

Seiring waktu, akumulasi kerusakan oksidatif tersebut menjadi salah satu faktor yang relevan dalam proses biologis penuaan.

Nah, di sinilah antioksidan mulai punya peran penting. Bukan untuk membuat kita “berhenti menua”, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga tubuh dari tekanan oksidatif sehari-hari.

Menariknya, salah satu antioksidan yang cukup banyak mendapat perhatian dalam penelitian terkait healthy aging adalah Astaxanthin.

  1. Mengenal Astaxanthin, Si Merah yang Bukan Sekadar Bikin Warna Cantik

Astaxanthin merupakan salah satu jenis carotenoid alami yang banyak ditemukan pada organisme laut dan menjadi salah satu pigmen yang memberikan warna merah-oranye pada seafood seperti salmon, udang, dan lobster.

Namun, yang membuat Astaxanthin menarik bukan hanya warnanya.

Journal Astaxanthin as a Putative Geroprotector: Molecular Basis and Focus on Brain Aging membahas potensi Astaxanthin sebagai putative geroprotector, yaitu senyawa yang berpotensi membantu menjaga fungsi tubuh seiring proses penuaan. Penelitian yang dibahas menunjukkan bahwa Astaxanthin memiliki aktivitas antioksidan dan dapat berinteraksi dengan sejumlah mekanisme biologis yang berkaitan dengan proses aging dan longevity.

Beberapa mekanisme yang menjadi perhatian dalam penelitian tersebut antara lain:

  • Membantu menghadapi oxidative stress: Astaxanthin memiliki struktur yang membuatnya mampu menangkap radikal bebas dan membantu mengendalikan proses oksidasi pada membran sel.

  • Mendukung jalur yang berkaitan dengan healthy aging: Penelitian menunjukkan adanya potensi Astaxanthin dalam memodulasi jalur biologis seperti Nrf2, FOXO3, SIRT1, dan Klotho, yang memiliki keterkaitan dengan respons stres seluler dan longevity.

  • Mendukung fungsi tubuh yang tetap aktif: Studi yang dibahas dalam review tersebut menunjukkan potensi Astaxanthin dalam mendukung muscle strength, endurance, dan mobility, meskipun bukti pada manusia masih berkembang.

Karena itu, Astaxanthin lebih tepat dilihat sebagai bagian dari daily wellness routine untuk mendukung healthy aging, bukan sebagai “obat awet muda”.

  1. Longevity Dimulai dari Kebiasaan Kecil

Kalau dipikir-pikir, menjaga tubuh untuk jangka panjang sebenarnya nggak harus dimulai dari sesuatu yang ekstrem.

Tidur cukup, makan dengan baik, rutin bergerak, menggunakan SPF, menjaga kesehatan mental, dan memberikan tubuh dukungan antioksidan bisa menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Karena tujuan akhirnya bukan sekadar “kelihatan lebih muda”.

Tapi tetap punya energi untuk bergerak, tetap percaya diri, tetap aktif, dan tetap melakukan hal-hal yang kamu cintai.

Dan untuk mendukung kebiasaan tersebut, kamu bisa memasukkan Astaxanthin 6 mg dari Tomo Kenko ke dalam daily wellness routine-mu sebagai bagian dari dukungan antioksidan untuk jangka panjang.

Karena longevity bukan tentang mencari cara untuk hidup selamanya.

It's about taking care of today, for the life ahead.

Jadi, jangan tunggu sampai tubuh mulai “protes” baru mulai peduli. Bangun kebiasaan kecil dari sekarang, dan jadikan kesehatan sebagai investasi untuk Future You.

Dapatkan Tomo Kenko Astaxanthin Melalui Official Store:

  • Shopee: @TomoKenkoShop

  • Tokopedia: @TomoKenkoShop

  • TikTok: @tomokenko.official

  • WhatsApp: +62 813-9986-7759

  • Instagram: @tomokenko.official


Chat kami